Listen Qur'an

Listen to Quran

Assalamu'alaikum

Jumat, 20 November 2009

Memperbarui Komitmen Dakwah


Bergabung dengan pergerakan dakwah menuntut pelakunya untuk selalu meluruskan dan memperbarui komitmennya dari waktu ke waktu, hingga ia tidak merasa terbelenggu oleh hawa nafsunya dan agar selalu ingat bahwa ia terikat erat dengan prinsip-prinsip dan anggaran rumah tangga dalam jama’ah dakwah. terlebih, dakwah yang kita yakini adalah dakwah islamiyah yang bersumber dari Allah dan memiliki aturan-aturan yang dibuat oleh Yang Maha Kuasa. Karena itulah, dakwah merupakan amanah yang harus ditunaikan dan ditepati. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya hanya sedikit aktivis dakwah yang berjatuhan di tengah jalan, dan dakwah akan mampu berjalan merealisasikan tujuan-tujuannya dengan langkah yang pasti. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya hati akan menjadi bersih, akan akan bersatu, dan sedikit orang yang mengedepankan akal dan memaksakan pendapatnya. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebar sikap toleransi, saling mencintai, saling menguatkan, dan barisan yang akan menjadi kuat ibarat bangunan yang kokoh.
Sebagian menguatkan sebagaian yang lain.
Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya para aktivis akan memiliki sikap yang sama di mana pun posisinya baik di depan maupund di belakang, menjadi pemimpin yang ditaati atau menjadi prajurit yang tersembunyi di belakang. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya aktivis akan lapang dada dalam menyikapi kekeliruan saudaranya, tidak ada dengki dan permusuhan. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebar sikap saling memaafkan, tidak ada dengki dan dendam, selalu terbuka dan berlapang dada. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya tidak ada kemalasan dalam menunaikan kewajiban dakwah. Bahkan, para aktivis akan selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan menggapai derajat yang tinggi. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada perhatian pada waktu. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia bagi aktivis dakwah, karena ia selalu berada dalam keadaan bermunajat kepada Rabbnya, atau sedang berjihad di medan dakwah. Jika tidak, ia sedang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Atau, ia sedang mendidik anak dan istrinya dirumah, atau sedang mengisi pengajian, dan memberi peringatan kepada orang lain di masjid. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada perlombaan untuk menunaikan kewajiban membayar infak dakwah, dan tidak akan ditemui keraguan untuk itu. S
emboyannya adalah, “apa yang ada di tangan kalian akan musnah, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal”.
Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada sikap selalu mendengar dan taat. Tidak ada keraguan apalagi berbangga diri dan memaksakan pendapat pribadi. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada pengorbanan yang besar untuk dakwah dan mendekatkan diri kepada Allah, bukan pengorbanan untuk pribadi dan hawa nafsu. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada kepercayaan dari prajurit terhadap pemimpinnya. Mereka pun akan siap melaksanakan instruksi-instruksi yang diberikan pemimpin mereka. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscayaa akan menangislah orang-orang yang tidak bisa melakukan kewajiban secara optimal. Dan, akan bersemangatlah orang-orang yang telah bersungguh untuk meraih pahala yang lebih banyak lagi. Ketika kita kembali kepada muassis (pendiri) dakwah ini, kita akan mendapatkan dalam kumpulan risalahnya (risalah pergerakan) sentuhan yang akan membangkitkan semangat baru, meninggikan cita-cita, dan memperkuat tekad serta memperbarui komitmen kita terhadap dakwah. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengaruniakan kebenaran kepada kita, membuat kita mencintai keimanan, dan menghiaskannya dalam hati kita. Juga membuatkita membenci kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan serta menjadikan kita orang-orang yang mengerti.
- Muhammad Abduh, - ‘Memperbarui Komitmen Dakwah’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar